Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JANGAN BERSEDIH SAHABAT [SURAT UNTUK PASIEN COVID 19]



Sahabat jangan bersedih, kami bisa merasakan yang engkau alami saat ini, sangat bisa meski kami hanya berandai. Kamipun belum tahu apakah kami juga tidak sama sepertimu. Saat terberat dalam hidup adalah dimana kita merasa sendiri, bahkan dengan  orang yang paling kita cintai sekalipun,  Kita harus pergi dan menjauh serta dijauhi. Tapi yakinlah bahwa kami semua bersamamu, meski terhalang jarak terpisah batas.

Sahabat, mari kita tengok sejenak perjalanan Nabi saat itu ketika diancam dan terancam dan hanya sendiri, bagaimana Goa Tsur yang hanya seperti itu, bukan sebuah benteng persembunyian terbaik, namun ingat kan bahwa ternyata ia menjadi saksi Kekuasaan Allah. Dan  begitulah Allah memiliki kuasa dengan sifat MahaNya

Alkisah Rasulullah ﷺ dan sahabatnya, Abu Bakr Ash Shiddiq. Keduanya bertolak dari Makkah menuju negeri Madinah. Namun kafir Quraisy tak membiarkannya. Diumumkanlah oleh pembesar Quraisy, 

“siapa yang bisa membawa Muhammad kembali ke Makkah, hidup atau mati, maka baginya 100 ekor unta!”

“Kala itu, ketika Aku dan Rasulullah ﷺ di Goa Tsur”, tutur Abu Bakr sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik, “kaki-kaki orang musyrikin sungguh berada di atas kepala kami. Maka aku bilang pada Rasulullah; kalau mereka mengangkat kaki, kita pasti akan terlihat.”

Saat-saat mencekam antara hidup dan mati. Bayangkan, dua manusia hebat itu dikejar oleh puluhan pemburu berpengalaman dan ‘pembunuh bayaran’, belum lagi penunggang kuda tangguh dan ahli pencari jejak terbaik di Makkah.

Namun, jika kamu waktu itu disana, kamu seketika akan menjadi manusia paling tenang.
Ya, paling tenang, ketika jiwamu berdesir mendengar suara indah baginda Rasulullah ﷺ berbisik padamu,

“wahai Abu Bakr, apa pendapatmu tentang dua orang (Rasul dan Abu Bakr), kemudian Allah hadir menjadi yang ketiga?”

Lagi-lagi suara agung itu berbisik tepat di hadapanmu, sembari yakin dan sama sekali tak ada guratan ketakutan,

“…jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS At Taubah 40)

Allah menutup kisah Rasul dan Abu Bakr di Goa Tsur dengan firman-Nya, “Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Kita, sejenak diajak berpikir tentang; betapa Mahabesar Allah yang skenario-Nya selalu istimewa. Allah ingin kamu tahu, bahwa jika dunia berkumpul untuk menghabisimu, sungguh itu takkan mengkhawatirkanmu selagi akidahmu yakin. “Jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.”

Jangan bersedih. Hidupmu sedang tak mulus, hubunganmu dengan orang-orang yang kau cinta sedang pupus, beberapa rencana hidupmu seakan hancur dengan adanya virus mematikan itu. “jangan bersedih, Allah bersama kita.”

Kita semua tetap bersamamu dan Yakinlah Allah juga bersamamu, dan itu cukup.

Post a Comment for "JANGAN BERSEDIH SAHABAT [SURAT UNTUK PASIEN COVID 19]"

Ads Post 4